|Welcome To Get Different Info |
http://hitskin.com/themes/13/47/58/i_icon_mini_index.png http://i62.servimg.com/u/f62/15/92/31/14/fb_gro10.png http://jcb-bag.com/images/categories-icon.png https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhopu7hkRkcPKpaUrovwL_N8KsAj86_yijrjNQafAcWHwK-xZuCAGcFBBzP8ra9lbpq4uIXgvXtlXY8uo3q_1OWwE43ipmypQA2FPyjwgeHy4WBHJ3QAm8a-IMUEd84IUoYoFVzTHi73Ug/
Tampilkan postingan dengan label Horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Horor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

0 CERITA MISTIS DI BUS "BALAP" LEGENDARIS SUMBER KENCONO

Bus ini memang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian Timur. Armada bus ini terkenal karena kebiasaan ugal-ugalannya. Selain itu, angka kecelakaannya juga termasuk tinggi. Tak heran nama Sumber Kencono ini sering dipelesetkan oleh masyarakat menjadi “Sumber Bencono” alias “sumber bencana”. Bahkan, suatu ketika bus ini pernah dibakar di Ngawi oleh massa karena menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas. Mungkin karena ingin mengubah image, nama armada ini akhirnya diganti menjadi seperti itu (Sumber Selamat).
ini ada salah satu kisah nyata cerita mistis teman TS >boleh percaya boleh gak<

Dingin, aku merapatkan jaketku. Entah sudah berapa batang rokok yang kuhabiskan menunggu bis sialan ini. Kulihat jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mataku sampai bosan melihat ke arah jembatan layang Janti. Sudah hampir dua jam aku menunggu di sini, bener-bener brengsek, tak satupun bis yang mau berhenti. Mana sendirian pula, jadi agak-agak merinding, campuran antara takut ada preman kesasar sama aroma mistis malem Jumat Kliwon yang dikenal orang Jawa sebagai malam keramat.

Dari arah barat kulihat sepeda motor melambat, nampaknya dia mau nunggu bis juga. Yang dibonceng seorang pemuda gondrong dengan jaket bergambar lambang salah satu perguruan tinggi di ringroad utara, dia turun sambil melepaskan helmnya.

"Ati-ati dab!" Si pengendara motor muter balik sambil melambaikan tangannya.

Lumayan, ada barengan di sini, minimal kalo sampe ada yang mau malak bisa kabur ke arah berlainan biar premannya bingung mau ngejar yang mana.

Ndak usah ketawa, aku males berantem sama orang ndak mikir masa depan macem preman jalanan, sedikit trauma juga gara-gara dulu waktu ribut sama preman mereka seenaknya ngeluarin pisau. Lha siapapun yang kena kan pasti berurusan sama polisi, dia mungkin mikirnya masuk tahanan ndak masalah, bisa makan gratis. Kalo aku? Bisa digebuki bapakku!

"Mau pulang ke mana Mas?" Sapaku mencoba beramah tamah.

Blah! Sombong sekali mas satu ini, berapa kali aku menyapa tak sekalipun dia menjawab, pura-pura gak denger, sok-sok sibuk ngliat arah datangnya bis di arah jembatan layang. Ini mungkin yang pernah dibilang Simbah di kampung, wong Jowo ilang Jowone, sudah ndak tau tata krama.

Untunglah tak berapa lama kemudian bisnya datang, Sumber Kencono, bis legendaris jurusan Jogja-Surabaya, dan kali ini bisnya mau berhenti. Si Mas gondrong naik duluan, eh lha kok aku baru naik satu kaki si bisnya udah jalan lagi, bener-bener gak sopan! Tapi mungkin memang sudah jadi kebiasaan, karena jadwal keberangkatan antar bis yang kadang cuma selisih 5 menit membuat mereka ndak bisa berhenti lama-lama, kuatir mepet sama yang belakang.

Tumben baru sampe Janti saja bisnya sudah penuh, ada satu dua kursi yang kapasitasnya tiga orang baru ditempati dua orang tapi penumpang yang di situ gak ada yang menawarkan tempat duduk padaku. Lebih tepatnya mereka gak bereaksi apapun saat aku permisi mau duduk. Blah! Makin lama makin keterlaluan orang-orang ini, terbiasa hidup sendiri-sendiri mungkin, sudah hilang segala macam ramah tamah yang konon dulu pernah jadi salah satu ciri orang sini.

Untung ada tiga kursi kosong di bangku paling belakang, tak perlu permisi, lega juga, bisa naikin kaki, mungkin sambil klebas-klebus ngrokok untuk mengusir bosan nanti. Peduli setan sama orang-orang bakal terganggu atau tidak, wong mereka disapa gak menyahut, harusnya diganggu juga gak protes! Sekarang yang penting merem dulu, kompensasi dari berdiri hampir dua jam waktu nunggu bis tadi.

Bis sudah melaju sampai daerah Kalasan, biasanya di sini kondektur sudah narik bayaran dari semua penumpang, tapi heran, kok dari tadi gak ada yang njawil padahal duit sudah aku siapkan. Terserah lah, kalo nanti gak mbayar ya malah bersukur tho.

Tunggu dulu, sunyi waktu naik bis di malam hari sudah biasa, tapi sepertinya yang sekarang ini terlalu sunyi. Mungkin ada satu dua celoteh pelan terdengar, tapi kenapa dari tadi ekspresi orang-orang ini terlalu datar? Lebih tepatnya gak ada ekspresi yang tergambar di wajah. Bahkan orang di sebelahku pun seperti gak merasakan kehadiranku.

Aku jadi sedikit merinding, dulu mbakyuku pernah bilang, kalo malem jangan nunggu bis dari janti, lebih baik dari terminal saja karena konon ada bis hantu yang suka ngambil penumpang di situ.

Bis hantu?

Iya, bis hantu. Selentingan kabar mengatakan bis ini mengalami kecelakaan parah dan semua penumpangnya tewas, waktu kita naik itu semua penumpangnya berwajah pucat dan tidak menghiraukan kehadiran kita. Konon kalo naik bis itu dari Jogja bisa sampai ke Surabaya dalam waktu gak sampai tiga jam, tapi kalo lagi gak beruntung bisa juga gak sampai Surabaya, kita malah dibawa ke alam antah-berantah. Lebih celaka lagi katanya bis hantu itu Sumber Kencono yang memang terkenal suka kebut-kebutan.

"Mas, Sampeyan mau turun mana?" Aku mencoba menyapa penumpang di sebelah, sekaligus mengusir rasa penasaran, masa iya ada bis hantu.

Dia gak menjawab, lebih tepatnya bereaksi seperti semua orang yang dari tadi kusapa, gak ada ekspresi. Ini mulai menakutkan. Kucoba menepuk bahunya agar dia menanggapi sapaanku. Sial! Tanganku menembus bahunya! Dia tidak nyata, dia bukan manusia!

"Pak! Kiri pak! Saya turun sini!" Teriakku panik, tapi mereka tetap dingin tanpa ekspresi.

Sialan! Mungkinkah aku akan terbawa ke alam gaib seperti yang orang-orang pernah ceritakan? Bulu kudukku merinding, badanku terasa dingin. Tapi percuma panik sekarang, aku mencoba mengingat doa-doa yang diajarkan Simbah dulu, sial, lupa semua!

Hampir tanpa sadar, aku meraih sebatang rokok, kunyalakan perlahan dan kuhisap dalam-dalam untuk mengusir tegang.

"Cak, kok bisnya bau kemenyan?" Penumpang di sebelahku mendadak menutup hidung, menatap lurus seakan menembusku dan bertanya pada kenek yang berdiri di pintu belakang.

"Gak papa Mas, kadang memang suka tercium bau kemenyan. Katanya dulu di Janti situ pernah ada penumpang lagi nunggu bis meninggal ditusuk waktu ribut sama preman, kalo malem Jumat Kliwon kayak sekarang ini katanya dia suka ikut naik bis. Kasian, mungkin matinya gak tenang."

Aku termangu, dan bis terus melaju...

Kamis, 05 April 2012

2 Mimpi Janggal


Nama w Ita, kira-kira satu minggu yang lalu w mimpiin ini, semua orang yang ada di mimpi ini w kenal tapi ada satu orang yang gak w kenal ..
Dimimpi itu, w berasa ada di sebuah aula besar dengan semua teman-teman sekolah w disana, waktu itu kakak kelas yang anggota OSIS nyuruh kita berbaris keluar dari ruangan, teman w yang nama singkatannya AS bilang ke w,"Ta, u disuruh ambil stiker sama FF!"

"Oke," segera w menhampiri FF, dia suruh w bagiin stiker buat ditempel dibaju gitu. Pas keluar, w liat semua teman-teman w udah pada rapih dibarisan masing-masing. Tapi DO tiba-tiba bilang sama w,"Ta, w mo pergi sebentar ya w mau cek apa isi surat ini bener ato gak, nanti lo kasih tau yang lain ya.""Iya," setelah itu w liat DO berlari ke depan gerbang (di aula itu ada halaman besar yang menghadap ke jalan setapak ke arah atas).

"Baik adek-adek, sekarang kita mau absen satu per satu dulu ya," kata FF. "Dulu waktu pertama kali ke daerah sini saya pernah lihat kalau rombongan teman- teman saya waktu itu naik keatas, diatas, nanti jalanan akan dibagi dua, waktu itu saya lihat rombongan itu ke arah kanan, terus saya ikutin mereka pas selang beberapa menit saya ga lihat mereka sama denger suara mereka padahal saya sudah berlari sambil meneriaki mereka, tetapi tidak ada orang, karena takut akhirnya saya kembali ke aula dan bertemu dengan rombongan yang paling pertama berangkat, mereka bilang kalau rute menuju curug yang kami tuju lebih mudah jika melewati jalur kiri, kalau yang kanan terlalu berbahaya jadi tidak ada rombongan dari sekolah kami yang melewati jalur kanan." Saat itu w langsung inget DO, saat diabsen nama dia gak ada, trus w bilang kalo w liat dia lari ke arah jalan setapak yang menuju ke curug itu. 

Kita semua cepet-cepet menyusul DO ke atas, karena berasa bertanggung jawab, w lari 
terus ke arah atas dan akhirnya w sampe, disana w liat OD lagi memasukan badannya ke dalam pohon yang telah bolong dan terisi penuh oleh air. Samar-samar w mendengar suara anjing yang melolong, w lari lagi buat narik DO dari situ, soalnya air dari curug itu terus-menerus menghantam pohon bolong itu, semakin dekat dengan pohon, w liat ada bapak-bapak gak dikenal yang berdiri percis disamping DO, mukanya kurang jelas karena ia sedang menengok ke arah OD yang berada di dekat kakinya.

Cepat-cepat w teriak memanggil namanya OD. tiba-tiba si bapak-bapak itu malah mendekat ke arah w, w menutup mata w, terus w denger ada orang yang meneriaki nama w, badan w juga berasa seperti digoncang-goncang, w langsung membuka mata w rupanya temen w yang menggoncang badan w, terus bapak-bapak yang tadi mendekat sudah gak ada, katanya guru w yang entah dengan cara apa bisa mengusir bapak-bapak itu. Terus w melihat OD duduk diatas pohon itu, matanya menatap kosong kayak orang bengong, terus pas ditanya dia mau cek apa, dia bilang kalau dia udah lupa, dan juga gak tau kenapa tiba-tiba bisa ada disini.

Maaf ya kalau ceritanya panjang dan berbelit-belit tapi gak serem, mohon memaklumi bila ada salah kata,dsb. (namanya juga baru pertama kali )

Note from Admin: Mohon maaf kepada Sis Ita. Cerita kamu tidak saya publish dalam satu halaman karena saya rasa itu hanya sekedar mimpi. Apabila ada hal mistis yang terjadi berkaitan dengan mimpi ini silahkan kirim kembali ceritanya beserta penjelasan tambahan. Terima kasih sebelumnya.